Hari minggu yang lalu, saya pergi ke undangan teman kantor dulu. Senangnya mereka akhirnya memutuskan untuk menikah setelah mendengar banyak cerita dari mulut teman saya yang sekarang sudah pindah ke magelang itu. Karena saya tidak tahu persisi letak rumahnya akhirnya saya janjian di kantor red. mantan kantor tepatnya- dengan teman saya yang juga sekantor dulu, yasudahlah jauh sedikit ga papa daripada langsung dateng sendiri ke acara nikahannya tapi nyasar atau cengo karena datang sendiri, wah ga lucu kan.
Akhirnya saya berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi, saya naik angkot yang dulu biasa saya gunakan setiap saya pergi ke kantor, wah kangen juga naik angkot ini. Dulu saya kenal banget muka orang-orang yang naik angkot ini, gimana ga hafal orang yang naik angkot itu ya orangnya itu-itu lagi, ampe hafal mereka turunnya dimana, heheheh
Seperti biasa perjalanan ke kantor saya itu melewati tiga kali lampu merah, dan di lampu merah yang ketiga biasanya suka ada pengamen yang mengais rezekinya lewat penumpang angkot. Nah kalau pulangnya di lampu merah kedua yang biasanya ada pengamennya, dan disana adalah tempat pengamen favorit saya. Sayang sebenernya saya udah sempet ngerekam suara dia buat di posting di sini, eh tapi apes banget HP saya ilang dicopet orang. Pas mau saya rekam ulang, pengamennya udah pindah tempat, sayang banget padahal suaranya bagus banget. Kalau dia yang ngamen penumpang semua sampe diem dengerin dia nyanyi. Saya sampe curiga dia bukan pengamen beneran, saya pikir mungkin dia seniman yang lagi ngetes mental aja depan orang banyak, soalnya penampilannya juga ga kaya anak jalanan biasanya. Dia suka pake sepatu kets lengkap sama jaketnya, ya ini sih cuma dugaan saya aja loooh.
Uniknya di lampu merah ketiga ini, pengamen kaya ngebaca dulu situasi dalam angkot, dominan ibu-ibu kah, bapa-bapa kah, tante-tante kah, atau anak sekolah kah. Nah terus mereka bawain lagu yang kira-kira cocok sama penumpang angkot tersebut, misalkan kalau dalem angkot banyak ibu-ibu atau cewe yang berjilbab maka mereka akan membawakan lagu-lagu islami yang sudah sering kita dengar, dan kalau yang di dalem angkot tersebut adalah anak-anak sekolah maka lagunya pun lagu-lagu yang lagi hits sekarang. Hebat kan? Jangankan pembuat iklan, pengamen pun disadari atau tidak sudah mengerti insight penikmat lagu-lagu mereka. Dan hasilnya? Tanyakan saja langsung sama mereka soalnya saya sih ga ikutan ngitung, hehehe
Senin, 25 April 2011
Conversation While Hungry
One time at lunchtime, I felt really hungry but as usual none food at home. In this situation without command, my mind is just thinking about one thing, yup meatball. FYI in front of my home there is a new meatball handyman whos come from East Java. At the firs time I met him I think he is not friendly because his first impression told it, but I was wrong. He is really friendly and nice to make a chit-chat.
While he serving me, he asked me about college and work, He asked me where I was study at college, and then where I was working before. Curiously I asked him why he asked me like that and then he thinks for awhile and said: Nothing but people with high education usually gets job that enjoyable, comfortable, dont need to face with the sun, and more easily to get a job. Wow its kind of surprise he spread out his mind like that. I think he is true, but there is one thing that he forgot to say, lucky. Yes, lucky prove everything, change no become yes, poor become rich, black become white, and the other things. So God, pleaseeeeee... I hope I got my own lucky as soon as possible. :D
While he serving me, he asked me about college and work, He asked me where I was study at college, and then where I was working before. Curiously I asked him why he asked me like that and then he thinks for awhile and said: Nothing but people with high education usually gets job that enjoyable, comfortable, dont need to face with the sun, and more easily to get a job. Wow its kind of surprise he spread out his mind like that. I think he is true, but there is one thing that he forgot to say, lucky. Yes, lucky prove everything, change no become yes, poor become rich, black become white, and the other things. So God, pleaseeeeee... I hope I got my own lucky as soon as possible. :D
Sabtu, 02 April 2011
Siap Dipublish
Alhamdulillah setelah kurang lebih 3 taun, blog ini telah berhasil melahirkan blog yang kedua.. :D
Sebenernya sama aja sih, cuma blog yang itu khusus buat nyimpen corat - coret karya saya tanpa ada curhat dan cerita. Hehe
Langsung aja ya, monggo diliat di anisaporto.blogspot.com
Sebenernya sama aja sih, cuma blog yang itu khusus buat nyimpen corat - coret karya saya tanpa ada curhat dan cerita. Hehe
Langsung aja ya, monggo diliat di anisaporto.blogspot.com
Rabu, 30 Maret 2011
Begini Ya Rasanya Disuntik
Seharian ini saya merasa lain dari biasanya, saya sangat malas untuk pergi ke luar rumah padahal saya harus pergi ke kantor pajak untuk menyerahkan SPT tahunan, dan berencana pergi ke lembang untuk beberapa hal. Salah satu tujuan saya pergi ke Lembang karena saya ingin membeli beberapa pohon strawberry, padahal seumur umur saya ga pernah kepikiran buat ngurus tanaman dan teman - temannya, tapi takdir berkehendak lain. Heheheh
Karena udah niat dan terlanjur janji dengan seseorang akhirnya saya pergi juga ke tujuan tujuan tersebut dan tujuan pertama yaitu ke kantor pajak. Awalnya saya kira prosesnya akan rumit dan sulit ditambah lagi hari ini banyak banget orang yang dateng ke kantor pajak, sepertinya mereka juga sedang mengurus SPT mereka sama seperti saya. Di luar bayangan saya, ternyata prosesnya mudah dan singkat, rasanya 10 menit pun tidak saya berada di kantor pajak tersebut, mungkin ini hari baik saya.
Kami kemudian meneruskan perjalanan ke lembang, dan saya sadar betul kalau pikiran saya melayang entah kemana, saya pun tidak banyak bicara selama perjalanan, hanya menjawab seperlunya saja kalau ditanya. Memang saya sedang memikirkan sesuatu yang sangat kompleks, mungkin selama hidup saya ini adalah situasi tersulit menurut saya. Saya jadi teringat di postingan tahun lalu saya pernah menulis bahwa saat itu adalah saat terbaik dalam hidup saya. Dan teori roda berputar itu ternyata benar, adakalanya diatas ada saatnya dibawah, begitu juga manusia. Sebentar bahagia sebentar menderita, sebentar kaya sebentar sengsara, sebentar dipuja sebentar orang sudah lupa, sebentar dihormat sebentar menghormat, sebentar dicinta sebentar dihina, dan sebentar sebentar yang lainnya. Khusus untuk wanita, sebentar ini mungkin yang paling cocok. SEBENTAR - SEBENTAR LIAT KACA. Hehehehe
Balik lagi ke cerita, akhirnya bad mood hari ini sampai pada puncaknya, baru di tujuan pertama di Lembang saya sudah minta pulang. Alhasil pohon stroberi yang sudah dibayangkan pun ga jadi dibeli. Akhirnya kami pulang tanpa membawa apa apa, hanya membawa perasaan sesal kenapa tadi burgernya engga enak, hehehehe.
Dirumah, saya juga masih merasa malas dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk membunuh perasaan ini. Sedikit dipaksakan, saya coba tinggalkan kasur dan mulai membuka laptop berniat menyelesaikan PSA yang saya bikin kemarin (nanti saya posting hasilnya), sambil menghidupkan Yahoo Messenger.
Pada awalnya saya hanya ingin sejenak melupakan masalah dan mengalihkannya dengan chatting, tapi tanpa disangka sangka, ines teman kuliah saya berhasil memotivasi saya untuk bangkit dan semangat. Padahal sebelumnya saya dan dia jarang berbicara masalah kami masing masing secara dalam, ya tapi itu lah, motivasi, nasihat yang bijak, atau bahkan bantuan yang besar bisa datang dari siapapun yang tak pernah kita duga. Sedikit kalimat yang sebenarnya biasa biasa bisa jadi motivasi luar biasa besar buat saya, karena saya udah lama ga dapet kalimat itu. Semangat yaaa, kamu pasti bisa!!. Thx nes, lo keyeeeeeen hari ini, hehehehe
Saya jadi teringat dengan kalimat Bambang Pamungkas dalam websitenya : If we stop trying, that means we are no better than a coward.
Begitulah, sebuah suntikan motivasi yang saya dapat hari ini, suntikan dengan jarumnya adalah sebuah semangat, dan dokternya adalah seseorang yang sama sekali tak saya duga.
Karena udah niat dan terlanjur janji dengan seseorang akhirnya saya pergi juga ke tujuan tujuan tersebut dan tujuan pertama yaitu ke kantor pajak. Awalnya saya kira prosesnya akan rumit dan sulit ditambah lagi hari ini banyak banget orang yang dateng ke kantor pajak, sepertinya mereka juga sedang mengurus SPT mereka sama seperti saya. Di luar bayangan saya, ternyata prosesnya mudah dan singkat, rasanya 10 menit pun tidak saya berada di kantor pajak tersebut, mungkin ini hari baik saya.
Kami kemudian meneruskan perjalanan ke lembang, dan saya sadar betul kalau pikiran saya melayang entah kemana, saya pun tidak banyak bicara selama perjalanan, hanya menjawab seperlunya saja kalau ditanya. Memang saya sedang memikirkan sesuatu yang sangat kompleks, mungkin selama hidup saya ini adalah situasi tersulit menurut saya. Saya jadi teringat di postingan tahun lalu saya pernah menulis bahwa saat itu adalah saat terbaik dalam hidup saya. Dan teori roda berputar itu ternyata benar, adakalanya diatas ada saatnya dibawah, begitu juga manusia. Sebentar bahagia sebentar menderita, sebentar kaya sebentar sengsara, sebentar dipuja sebentar orang sudah lupa, sebentar dihormat sebentar menghormat, sebentar dicinta sebentar dihina, dan sebentar sebentar yang lainnya. Khusus untuk wanita, sebentar ini mungkin yang paling cocok. SEBENTAR - SEBENTAR LIAT KACA. Hehehehe
Balik lagi ke cerita, akhirnya bad mood hari ini sampai pada puncaknya, baru di tujuan pertama di Lembang saya sudah minta pulang. Alhasil pohon stroberi yang sudah dibayangkan pun ga jadi dibeli. Akhirnya kami pulang tanpa membawa apa apa, hanya membawa perasaan sesal kenapa tadi burgernya engga enak, hehehehe.
Dirumah, saya juga masih merasa malas dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk membunuh perasaan ini. Sedikit dipaksakan, saya coba tinggalkan kasur dan mulai membuka laptop berniat menyelesaikan PSA yang saya bikin kemarin (nanti saya posting hasilnya), sambil menghidupkan Yahoo Messenger.
Pada awalnya saya hanya ingin sejenak melupakan masalah dan mengalihkannya dengan chatting, tapi tanpa disangka sangka, ines teman kuliah saya berhasil memotivasi saya untuk bangkit dan semangat. Padahal sebelumnya saya dan dia jarang berbicara masalah kami masing masing secara dalam, ya tapi itu lah, motivasi, nasihat yang bijak, atau bahkan bantuan yang besar bisa datang dari siapapun yang tak pernah kita duga. Sedikit kalimat yang sebenarnya biasa biasa bisa jadi motivasi luar biasa besar buat saya, karena saya udah lama ga dapet kalimat itu. Semangat yaaa, kamu pasti bisa!!. Thx nes, lo keyeeeeeen hari ini, hehehehe
Saya jadi teringat dengan kalimat Bambang Pamungkas dalam websitenya : If we stop trying, that means we are no better than a coward.
Begitulah, sebuah suntikan motivasi yang saya dapat hari ini, suntikan dengan jarumnya adalah sebuah semangat, dan dokternya adalah seseorang yang sama sekali tak saya duga.
Kamis, 24 Maret 2011
She is More than Just Hero
Pagi ini di rumah saya terjadi kehebohan karena kakak saya sekarang mulai menggunakan Blackbery. Kalo di rumah lain mungkin adalah hal yang biasa ketika anggota keluarga menggunakan Blackbery, tapi di keluarga kami itu hal yang luar biasa dan hal yang baru karena kami adalah keluarga yang sederhana dan hidup secara sederhana. Memang tidak sesederhana itu sih, kami cuma lebih mementingkan kebutuhan primer dibandingkan kebutuhan lainnya. Sebenernya orang tua kami tidak melarang kami untuk bersenang - senang atau membeli barang - barang yang sedikit mahal, asalkan kita beli pake duit kita sendiri dan jangan memaksakan apabila kita memang tidak punya. Satu pesan mereka yang selalu saya ingat yaitu kita harus belajar hidup sederhana, karena untuk hidup berkecukupan dan bersenang - senang kita tidak perlu belajar.
Sangat bijaksana.
Dulu pas saya masih SMP dan awal SMA saya sering males dinasehatin kaya gitu, pas jaman itu kan kita lagi masa nya niru temen - temen. Karena itu juga ga jarang saya cekcok sama orang tua saya, saya ngotot pengen main sama temen - temen, eh ibu saya ngotot ga mau ngasih uang jajan. Hahahaha ya ga ketemu - ketemu solusinya.
Tapi setelah akhir SMA ayah saya kena tipu orang dan usaha nya hampir gulung tikar, dari situlah saya mulai sadar betapa berharganya uang untuk keluarga seperti kami.
Waktu itu saya nyaris ga akan kuliah karena kondisi ekonomi kami yang tidak memungkinkan. Tapi dasar saya si kepala batu saya ngotot pingin kuliah, gatau kenapa saya juga bisa sengotot itu, padahal nenek saya sampe turun tangan dan menasehati saya untuk menunda kuliah, kasian orang tua saya kata beliau. Tapi bukan saya kalo tidak membela diri, saya membela diri saya dengan menangis. Dan ternyata cara itu ampuh, ibu yang melihat saya sampe menangis gara - gara pingin kuliah sepertinya ga tega untuk terus meminta saya menunda kuliah. Akhirnya saya dibolehkan daftar kuliah, horeeeee perasaan saya waktu itu kaya pop corn kali, loncat - loncat ga karuan. Hehehe
Ibu saya waktu itu tidak lupa mengingatkan saya untuk mencari tempat kuliah yang terjangkau. Dan ternyata ga mudah dapet tempat kuliah yang bagus dan murah, setelah nyari info dari sana - sini, akhirnya saya mutusin buat daftar program D3 Periklanan di Unpad.
Ternyata ujian ga cuma sampe disini, setelah saya testing dan dinyatakan lulus, saya masih belum tau biaya masuk nya berapa karena pada saat itu di website nya belum ada pengumuman resmi tentang ini. Dan apes nya lagi pas saya tanya temen - temen saya katanya masuk D3 biayanya sangat mahal, ada yang bilang 15 juta, 20 juta, dan nominal - nominal lain yang mengerikan.
Wah ini bahaya, pikir saya. Bisa - bisa saya terancam ga jadi kuliah kalo info yang saya dapet itu bener. Ibu saya juga pasti ga sanggup kalo harus bayar segitu, apalagi ayah saya yang jelas - jelas lagi down karena usaha nya sedang down.
Tapi Allah SWT tak pernah tidur, Dia memberikan kemudahan kepada saya. Ternyata biaya masuknya ga sampe 15 juta apalagi 20 juta, biayanya waktu itu adalah 8 juta kalo ga salah. Dan Alhamdulillah lagi ibu saya menyanggupi ketika saya bilang jumlah biaya nya berapa. Dan akhirnya jadilah saya mahasiswa yang ga jadi putus kuliah, horeeee.. hehehe
Waktu itu saya seneng banget dan berjanji sama diri sendiri untuk tidak akan pernah menyia - nyiakan kesempatan ini. Makanya saya jarang bolos dan selalu ngerjain tugas dengan serius. Bukan ga asik, tapi waktu itu saya takut ga lulus atau dapet nilai dibawah C. Kalo kaya gitu kan saya harus ikut SP (semester pendek), dan itu butuh biaya lagi. Jadi saya belajar serius bukan pengen pinter, cuma pengen menghindari SP. Hahahaha
Alhamdulillah pilihan saya ini tepat, semakin kesini usaha ayah saya mulai bangkit perlahan - lahan, dan kami berhasil melewati masa krisis tersebut.
Dan ternyata nasehat ibu saya waktu itu sangat benar, saya ga butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan kondisi ekonomi kami yang membaik, tapi waktu kondisi ekonomi kami memburuk, saya sangat membutuhkan waktu yang lama untuk memahami dan beradaptasi.
Thx for everything u did for me, mom. U are more than just hero for me. :*
Sangat bijaksana.
Dulu pas saya masih SMP dan awal SMA saya sering males dinasehatin kaya gitu, pas jaman itu kan kita lagi masa nya niru temen - temen. Karena itu juga ga jarang saya cekcok sama orang tua saya, saya ngotot pengen main sama temen - temen, eh ibu saya ngotot ga mau ngasih uang jajan. Hahahaha ya ga ketemu - ketemu solusinya.
Tapi setelah akhir SMA ayah saya kena tipu orang dan usaha nya hampir gulung tikar, dari situlah saya mulai sadar betapa berharganya uang untuk keluarga seperti kami.
Waktu itu saya nyaris ga akan kuliah karena kondisi ekonomi kami yang tidak memungkinkan. Tapi dasar saya si kepala batu saya ngotot pingin kuliah, gatau kenapa saya juga bisa sengotot itu, padahal nenek saya sampe turun tangan dan menasehati saya untuk menunda kuliah, kasian orang tua saya kata beliau. Tapi bukan saya kalo tidak membela diri, saya membela diri saya dengan menangis. Dan ternyata cara itu ampuh, ibu yang melihat saya sampe menangis gara - gara pingin kuliah sepertinya ga tega untuk terus meminta saya menunda kuliah. Akhirnya saya dibolehkan daftar kuliah, horeeeee perasaan saya waktu itu kaya pop corn kali, loncat - loncat ga karuan. Hehehe
Ibu saya waktu itu tidak lupa mengingatkan saya untuk mencari tempat kuliah yang terjangkau. Dan ternyata ga mudah dapet tempat kuliah yang bagus dan murah, setelah nyari info dari sana - sini, akhirnya saya mutusin buat daftar program D3 Periklanan di Unpad.
Ternyata ujian ga cuma sampe disini, setelah saya testing dan dinyatakan lulus, saya masih belum tau biaya masuk nya berapa karena pada saat itu di website nya belum ada pengumuman resmi tentang ini. Dan apes nya lagi pas saya tanya temen - temen saya katanya masuk D3 biayanya sangat mahal, ada yang bilang 15 juta, 20 juta, dan nominal - nominal lain yang mengerikan.
Wah ini bahaya, pikir saya. Bisa - bisa saya terancam ga jadi kuliah kalo info yang saya dapet itu bener. Ibu saya juga pasti ga sanggup kalo harus bayar segitu, apalagi ayah saya yang jelas - jelas lagi down karena usaha nya sedang down.
Tapi Allah SWT tak pernah tidur, Dia memberikan kemudahan kepada saya. Ternyata biaya masuknya ga sampe 15 juta apalagi 20 juta, biayanya waktu itu adalah 8 juta kalo ga salah. Dan Alhamdulillah lagi ibu saya menyanggupi ketika saya bilang jumlah biaya nya berapa. Dan akhirnya jadilah saya mahasiswa yang ga jadi putus kuliah, horeeee.. hehehe
Waktu itu saya seneng banget dan berjanji sama diri sendiri untuk tidak akan pernah menyia - nyiakan kesempatan ini. Makanya saya jarang bolos dan selalu ngerjain tugas dengan serius. Bukan ga asik, tapi waktu itu saya takut ga lulus atau dapet nilai dibawah C. Kalo kaya gitu kan saya harus ikut SP (semester pendek), dan itu butuh biaya lagi. Jadi saya belajar serius bukan pengen pinter, cuma pengen menghindari SP. Hahahaha
Alhamdulillah pilihan saya ini tepat, semakin kesini usaha ayah saya mulai bangkit perlahan - lahan, dan kami berhasil melewati masa krisis tersebut.
Dan ternyata nasehat ibu saya waktu itu sangat benar, saya ga butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan kondisi ekonomi kami yang membaik, tapi waktu kondisi ekonomi kami memburuk, saya sangat membutuhkan waktu yang lama untuk memahami dan beradaptasi.
Thx for everything u did for me, mom. U are more than just hero for me. :*
Rabu, 23 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

